Skip to main content

TimikaCity

+62 85229063367

Tentang TWLC

Timika Wildlife Learning Community (TWLC) adalah komunitas independen yang lahir dari kepedulian terhadap kekayaan hayati Papua, salah satu kawasan dengan keanekaragaman flora dan fauna tertinggi di dunia. Kami terdiri dari para pemerhati, peneliti, praktisi konservasi, dan masyarakat lokal yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap satwa dan tumbuhan langka—khususnya yang terdapat di Timika dan wilayah sekitarnya.

TWLC hadir sebagai ruang belajar bersama, berbagi pengetahuan, dan memperkuat jejaring antarindividu yang peduli pada pelestarian alam. Kami percaya bahwa upaya konservasi yang efektif dimulai dari pemahaman, keterlibatan masyarakat, dan kolaborasi.

Nilai-nilai kami

Keberagaman: Menghargai setiap bentuk kehidupan dan peran ekologisnya.

  • Keterbukaan: Berbagi pengetahuan dan data untuk kebaikan bersama.

  • Kolaborasi: Bekerja bersama masyarakat dan mitra untuk mencapai tujuan konservasi.

  • Sains & Kearifan Lokal: Menggabungkan pendekatan ilmiah dengan pengetahuan masyarakat adat.

Misi Kami

  • Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga flora dan fauna endemik Papua.
  • Mendorong penelitian berbasis masyarakat untuk memperkaya data konservasi lokal.

  • Menyelenggarakan kegiatan edukasi, pengamatan satwa, diskusi, dan pelatihan bagi anggota komunitas maupun masyarakat luas.

  • Mengembangkan media kampanye yang berbasis sains dan budaya lokal untuk mendukung perlindungan spesies terancam punah.

Apa yang kami lakukan

Survey dan Monitoring keanekaragaman hayati

 Pengamatan burung, kupu-kupu, herpetofauna, ikan dan mamalia serta survey vegetasi

  • Workshop dan kelas belajar mengenai ekologi, identifikasi spesies, dan konservasi

  • Dokumentasi dan publikasi informasi tentang spesies langka, endemik, dan terancam punah

  • Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, organisasi lingkungan, dan komunitas lokal

Ketertarikan Kami

Papua dikenal sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati dunia. Letaknya yang terpencil, bentang alam yang ekstrem, serta sejarah geologi yang unik menjadikan wilayah ini rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi. Banyak di antaranya tidak ditemukan di tempat lain di bumi. Dari hutan hujan dataran rendah, rawa, sungai-sungai besar, hingga pegunungan tinggi, Papua menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa sekaligus rentan.

Kawasan Papua, khususnya wilayah Timika dan sekitarnya, merupakan mosaik ekosistem yang unik. Di wilayah ini, berbagai spesies endemik dan langka masih dapat dijumpai, mulai dari tumbuhan khas rawa dan pegunungan, burung-burung endemik Papua, mamalia unik, hingga ikan air tawar yang sangat terbatas sebarannya. Namun, di balik kekayaan tersebut, tekanan terhadap habitat terus meningkat akibat perubahan tata guna lahan, pembangunan infrastruktur, aktivitas industri, serta minimnya data ilmiah yang terdokumentasi dengan baik.

Kurangnya penelitian jangka panjang dan publikasi lokal menyebabkan banyak spesies di Timika belum teridentifikasi secara memadai, baik dari aspek distribusi, ekologi, maupun status konservasinya. Pengetahuan masyarakat tentang nilai penting flora dan fauna lokal juga masih terbatas, sehingga upaya perlindungan sering kali belum menjadi prioritas bersama.

Berangkat dari kondisi tersebut, Timika Wildlife Learning Community dibentuk sebagai wadah pembelajaran, pengamatan, dan penelitian flora-fauna lokal berbasis kolaborasi. Komunitas ini bertujuan menjembatani ilmu pengetahuan dengan masyarakat, mengembangkan dokumentasi keanekaragaman hayati Timika, serta menumbuhkan kepedulian terhadap spesies endemik dan langka. Melalui kegiatan riset lapangan, edukasi, dan berbagi pengetahuan, Timika Wildlife Learning Community diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam upaya konservasi dan pelestarian kekayaan hayati Papua, khususnya di wilayah Timika, untuk generasi masa kini dan mendatang.

Glossamia Project

Proyek pertama Timika Wildlife Learning Community berfokus pada survei Glossamia timika, ikan air tawar endemik Timika yang berstatus Endangered menurut IUCN. Kegiatan ini didanai oleh Mohamed Bin Zayed Conservation Fund sebagai langkah awal penguatan basis data konservasi spesies lokal. Survei dilakukan untuk menilai kondisi dan populasi Glossamia timika di sejumlah sungai utama di Kabupaten Mimika, mencakup pencatatan distribusi, karakteristik habitat, serta potensi ancaman. Hasil survei diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi perencanaan konservasi jangka panjang dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan ikan endemik Papua.

Photo

Contact us!